Kecantikan, Obat Herbal, Harga Herbal, Obat Kesehatan, Jamu Sehat Wanita, Cara Tips Sehat, Obat Tradisional Untuk Wanita, Hidup Sehat, Tips Sehat, Makanan Sehat, Diet Sehat

Bebas Bahan Pengawet Dengan Uht

Bebas Bahan Pengawet Dengan Uht. Ditengah kesibukan beraktivitas, Anda tak dapat mengabaikan kesehatan Anda dan keluarga. Namun kadang terkendala oleh waktu buat menyediakan makanan atau minuman sehat di rumah. Hingga akhirnya minuman dlm kemasan menjadi pilihan. Namun, apakah pilihan yg Anda buat sudah benar? Anda tentu sering melihat banyak minuman kemasan yg dibungkus karton, maupun botol. Banyaknya minuman dlm kemasan membuat banyak orang ragu buat mengonsumsinya, sebab persepsi masyarakat bahwa minuman dlm kemasan mengandung banyak bahan pengawet. Saat ini sudah berkembang teknologi pengepakan minuman dlm kemasan tanpa harus menggunakan bahan pengawet dlm produk tersebut.
Adalah teknologi Ultra High Temperature (UHT) yg dapat membuat minuman dlm kemasan seperti susu dan jus buah dlm kemasan lebih tahan lama tanpa bahan pengawet. "UHT merupakan proses mematikan bakteri yg ada di dlm produk, tanpa harus merusak kandungan vitamin atau gizi yg ada di dalamnya," ujar Ronny Hendrawan, Pakar Aseptik dari SIG Combibloc. Proses UHT sendiri adl dengan memanaskan kotak kemasan minuman, buat jus suhu yg digunakan adl 90 derajat Celcius sedangakan buat susu 150 derajat Celcius dengan waktu kurang dari 4 detik. Tujuan dari pemanasan disini adl buat mematikan bakteri yg ada di dlm produk jus maupun susu. Lalu kemudian di dinginkan kembali ke suhu normal, inilah yg disebut dengan hot section panas dan cold section.
Semua proses dlm UHT dilakukan oleh mesin khusus, mulai dari pengepakan hingga produk siap jual, "Semua proses menggunakan mesin dan meminimalisasi campur tangan manusia, agar produk steril, bersih dan kualitas tetap terjaga," ujar Ronny. Kemasannya sendiri merupakan kemasan aasepti multilapis yg berteknologi canggih yg terdiri dari tida bahan yg masing-masing memiliki fungsi penting. "Yakni Polyethylene buat menjaga warna minuman, cardboard sebagai bahan yg menghindari kelembaban udara dari luar sekaligus pengkaku kemasan agar tak cepat rusak, dan alumunium buat menstabilkan kemasan dan menjaga produk dari cahaya matahari, benda berbau tajam, dan oksigen buat menghindari oksidasi," tambah Ronny.
Komposisi bahan kemasan yg digunakan adl 75% cardboard, 21% polyethylene, dan 4% alumunium. Dan kemasan karton yg digunakan dlm proses UHT menggunakan bahan ramah lingkungan, sehingga dapat di siklus ulang dan digunakan buat berbagai hal.

Karton aseptik terbuat dari sumber kayu terbaru dari hutan yg terpilih, dibuat secara efisien, dan ramah lingkungan sebab menggunakan carbon footprint yg sangat kecil.
Keuntungan dari penggunaan teknologi UHT yg dikenal di Indonesia sejak tahun 1975 ini adl meskipun berada dlm kemasan, namun produk minuman dengan teknologi UHT tak menggunakan pengawet sedikit pun sehingga nutrisi, vitamin, rasa dan warna produk tetap terjaga. Selain itu, produk dapat dijual ke pasaran meskipun tanpa harus menyimpannya di dlm lemari es. "namun produk tanpa pengawet memiliki batas waktu, yakni pegonsumsiannya maksimal 3 hari setelah tutup dibuka," kata Ronny. "Sehingga tanpa pengawet, ibaratnya kita memindahkan apa yg ada di dlm buah kedalam kotak," tambah Ronny.
Menurut Ronny, salah satu hal yg dapat di identifikasikan bahwa minuman tersebut mengandung pengawet adl dengan melihat klaim dlm kemasan yg bertuliskan 'tanpa bahan pengawet'. "ini adl cara paling mudah buat mengenali apakah minuman tersebut mengandung pengawet atau tidak, dan minuman yg menggunakan teknologi UHT menyantumkan lambang UHT dlm kemasan," imbuhnya.

Bebas Bahan Pengawet Dengan Uht Sumber dan hak cipta MediaIndonesia.com , Penulis Purwanti.