Kecantikan, Obat Herbal, Harga Herbal, Obat Kesehatan, Jamu Sehat Wanita, Cara Tips Sehat, Obat Tradisional Untuk Wanita, Hidup Sehat, Tips Sehat, Makanan Sehat, Diet Sehat

Nonton Tv Berlebih Picu Penyakit

Nonton Tv Berlebih Picu Penyakit. JIKA biasanya Anda hanya membiarkan buah hati Anda menghabiskan waktu senggang dengan menonton TV, kini sebaiknya Anda mencari aktivitas lain yg lebih kreatif dan sehat. Pasalnya, kelebihan waktu menonton TV dapat memicu berbagai masalah kesehatan seperti kelebihan berat badan dan diabetes. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), anak usia 4 tahun ke bawah sebaiknya tak usah menonton TV sama sekali. Dan, bagi anak usia di atasnya sebaiknya menonton TV kurang dari 10 jam per minggu (sekitar 1 1/2 jam per hari). Berikut beberapa akibat menonton TV berlebih terhadap kesehatan anak: Kelebihan berat badan dan diabetes Jumlah anak dan remaja yg kelebihan berat badan atau obesitas semakin bertambah. Berdasarkan catatan AAP, jumlah anak yg obesitas di Amerika berlipat ganda selama 20 tahun terakhir. Tidak hanya di Amerika, anak-anak di bawah usia 5 tahun dari semua kelompok etnik di dunia telah menunjukkan peningkatan angka obesitas secara signifikan.

Kelebihan berat badan ini, berdasarkan temuan beberapa studi, sangat berkaitan dengan menonton TV. TV akan mengurangi aktivitas fisik anak. Selain itu, iklan-iklan berbagai jenis makanan yg tayang di Tv mendorong anak mengkonsumsi makanan dengan kandungan lemak dan gula yg tinggi. Jika Anda menempatkan TV sebagai tanda sayang di kamar anak Anda, ada baiknya memindahnya. TV di kamar anak dilaporkan sebagi prediktor kuat kelebihan berat badan, bahkan pada anak-anak yg masih duduk di preschool. Faktor risiko dengan kelebihan berat badan Berdasarkan data dari APP, seperti yg dikutip situs limitv, sekitar 85% anak-anak diabetes kelebihan berat badan. Hal ini menempatkan kelebihan berat badan sebagai faktor risiko kuat buat penyakit kronis ini. Tidak hanya diabetes, pada anak yg kelebihan berat badan juga ditemukan masalah-masalah kesehatan lainnya seperti tekanan darah tinggi, masalah jantung, kolesterol tinggi, depresi, serta rendahnya rasa percaya diri.

Selain menghadapai berbagai masalah kesehatan tersebut, anak yg kelebihan berat badan akan cenderung tetap obesitas hingga dewasa. Para peneliti menemukan, kemungkinan obesitas pada masa anak-anak tetap bertahan hingga dewasa meningkat dari sekitar 20% pada anak usia 4 tahun hingga mencapai 80% pada anak remaja. Artinya, ada kesempatan sebesar 80% bahwa remaja yg obesitas akan tumbuh menjadi dewasa yg obesitas juga dan harus menghadapi akibat masalah kesehatan yg serius serta berkurangnya angka harapan hidup sebab masalah-masalah kesehatan tersebut.

Nonton Tv Berlebih Picu Penyakit Sumber dan hak cipta MediaIndonesia.com , Penulis Ikarowina Tarigan.