Kecantikan, Obat Herbal, Harga Herbal, Obat Kesehatan, Jamu Sehat Wanita, Cara Tips Sehat, Obat Tradisional Untuk Wanita, Hidup Sehat, Tips Sehat, Makanan Sehat, Diet Sehat

Kenali Gejala Difteri

Kenali Gejala Difteri. MEWABAHNYA penyakit difteri di Jawa Timur hingga ditetapkan sebagai KLB (kejadian luar biasa) sejak Jumat, 7 Oktober 2011, menarik perhatian warga Indonesia. Terlebih, kalangan yg terbilang sangat rentan terhadap penyakit ini adl anak-anak. Pertama-tama mari kita ketahui definisi difteri. Difteri adl penyakit akibat bakteri yg bersumber dari Corynebacterium diphtheriae. Di masa lalu, difteri merupakan penyakit yg telah menyebabkan ribuan kematian. Hingga kini pun masih mewabah di daerah-daerah yg belum berkembang. Adapun mereka yg selamat dari penyakit ini biasanya akan menderita kelumpuhan otot-otot tertentu dan kerusakan permanen pada jantung dan ginjal. Anak-anak yg berumur 1 sampai 10 tahun sangatlah rentan terhadap penyakit ini. Kuman difteri disebarkan dengan menghirup cairan dari mulut atau hidung orang yg terinfeksi, dari jari-jari atau handuk yg terkontaminasi, dan dari susu yg terkontaminasi penderita.

Gejala yg biasanya muncul ialah sakit tenggorokan, demam, sulit bernapas dan menelan, mengeluarkan lendir dari mulut dan hidung, dan lemah. Kemudian, kelenjar getah bening di leher membesar dan terasa sakit. Lapisan (membran) tebal terbentuk menutupi belakang kerongkongan. Jika menutup saluran pernapasan, menyebabkan kekurangan oksigen dlm darah. Pencegahan dan perawatan Lalu bagaimana cara menghindari atau melindungi diri dari penyakit ini? Difteri dapat dicegah dengan imunisasi. Imunisasi pun sebaiknya dilakukan kepada seluruh anak di bawah usia 10 tahun, baik yg terkena difteri maupun yg belum. Pemberian vaksin DPT (difteri, tetanus, dan polio) dapat memberikan kekebalan anak-anak dari penyakit tersebut. Vaksinasi DPT sendiri masuk dlm kebijakan program imunisasi wajib yg diberikan pemerintah. Namun, bagaimana buat mereka yg telah terjangkit? Perawatan bagi penyakit ini termasuk antitoksin difteri yg melemahkan toksin dan antibiotik. Eritromisin dan penisilin membantu menghilangkan kuman dan menghentikan pengeluaran toksin. Membuat lubang pada pipa saluran pernapasan atas (tracheotomy) mungkin perlu buat menyelamatkan nyawa. (Pri/OL-06)

Kenali Gejala Difteri Sumber dan hak cipta MediaIndonesia.com , Penulis Prita Daneswari.