Kecantikan, Obat Herbal, Harga Herbal, Obat Kesehatan, Jamu Sehat Wanita, Cara Tips Sehat, Obat Tradisional Untuk Wanita, Hidup Sehat, Tips Sehat, Makanan Sehat, Diet Sehat

Yang Harus Dihindari

Yang Harus Dihindari. Manfaat vaksin adl buat menjaga kekebalan tubuh baik pada anak-anak maupun orang dewasa, laki-laki maupun perempuan. Sistem kekebalan tubuh yg diperkuat oleh vaksin berguna buat menjaga tubuh dari penyakit semisal TBC, Hepatitis, dan banyak lagi penyakit yg dapat dicegah dengan vaksin.
Namun adakalanya vaksin sangat dihindari oleh ibu-ibu yg tengah mengandung. Padahal pada prinsipnya, semua vaksin sudah melewati masa uji coba yg cukup panjang. Selain itu, badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA) juga pusat pencegahan dan pengendalian penyakit Amerika (CDC) selalu mengawasi dan mengontrol keamanan penggunaan vaksin. Meskipun adanya uji coba yg cukup panjang dan lama serta pengawasan ketat FDA dan CDC, tak semua vaksin boleh diberikan kepada ibu hamil. Hanya vaksin yg tak mengandung virus aktif atau virus yg dilemahkan saja dapat diberikan kepada ibu hamil. Pemberian vaksin dengan virus yg aktif dikhawatirkan dapat membahayakan ibu dan janin yg dikandungnya.
Berikut ini adl vaksin yg tak boleh diberikan kepada ibu hamil seperti yg diungkap Dr. Didi Danukusumo, Sp.OG., dari rumah sakit YADIKA Jakarta, seperti dikutip dari www.tabloid-nakita.com/. Vaksin Yang Harus Dihindari
Beberapa vaksin yg harus dihindari sebab dapat berpengaruh pada janin yg dapat berakibat kepada keguguran, bayi lahir prematur, atau lahir cacat. - Measles, Mums, Rubella (MMS) : Untuk mencegah penyakit infeksi demam, gondongan dan campak Jerman, pemberian vaksin MMS dilakukan pada masa anak-anak setelah usia 15 bulan dan pada masa remaja. Bahan vaksin ini terbuat dari virus aktif. Untuk imunisasi ini seorang wanita tak diperbolehkan buat hamil, paling tak tiga bulan setelah diimunisasi.
- Varisela : Vaksin ini bermanfaat buat melindungi tubuh dari cacar air. Paling tak satu bulan setelah imunisasi, Anda baru diperbolehkan hamil. Vaksin ini juga terbuat dari virus aktif, sehingga tak aman buat ibu hamil.

- Hepatitis A : Ibu hamil yg berisiko terkena infeksi ini harus mengonsultasikan risiko dan kegunaan imunisasi ini dengan dokter kandungan.
- Polio : Vaksin polio dapat diberikan secara suntik maupun oral. Untuk vaksin berkaitan dengan mulut mengandung bahan virus aktif, sedangkan vaksin suntik mengandung virus yg dilemahkan. Vaksin polio baik berkaitan dengan mulut maupun suntik tak direkomendasikan buat ibu hamil. - Pneumococcal : Vaksin ini bermanfaat buat mencegah risiko infeksi yg disebabkan oleh bakteri streptococcus pneumoniae, yaitu penyebab dari penyakit pneumonia, meningitis, dan bacteremia. Keamanan vaksin ini belum dievaluasi. Bila memang akan diberikan kepada wanita yg berisiko terkena penyakit tersebut, sebaiknya dilakukan sebelum hamil.

Yang Harus Dihindari Sumber dan hak cipta MediaIndonesia.com , .