“Dampak Negatif Teori Penyatuan Agama Terhadap Islam Dan Kuam Muslimin” ketegori Muslim.

Dampak Negatif Teori Penyatuan Agama Terhadap Islam Dan Kuam Muslimin

Kategori Propaganda Sesat

Selasa, 8 Juni 2004 08:25:47 WIB

TINJAUAN HISTORIS TEORI PENYATUAN AGAMA DAN BEBERAPA KASUS YANG BERKAITAN DENGANNYA

Oleh
Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid
Bagian Kelima dari Enam Tulisan [5/6]

DAMPAK NEGATIF TEORI PENYATUAN AGAMA TERHADAP ISLAM DAN KAUM MUSLIMIN

Demikianlah ajaran-ajaran Yahudi dan Nasrani tersebar !. Salah satu ialah dgn menyebar syiar-syiar mereka di tengah-tengah kaum muslimin. Dan dgn mengajak kaum muslimin untuk turut serta merayakan hari-hari besar mereka dan festival-festival mereka, menyatakan persahabatan dgn mereka, menghormati mereka, mengikuti dan melatahi tindak tanduk mereka,mengenyahkan perasaan benci dan permusuhan terhadap mereka dan membuka hubungan diplomatik dgn mereka.[1]

Itulah silsilah yg menggiring umat manusia kearah kehidupan modern. Dan itulah garis besar aksi orang-orang Yahudi dan Nasrani dalam propaganda penyatuan agama mereka dgn agama Islam. Dengan karakter dan bentuk seperti itu aksi mereka ini ialah barang baru. Orang-orang Yahudi dan Nasrani sengaja menyebarkan slogan-slogan tersebut dibawah payung Gereja Internasional sebagai alasan untuk menyelundupkan ke dalam percaturan politik melalui corong para penguasa. Sejak itulah seminar-seminar berturut-turut diselenggarakan, yayasan-yayasan dan oragnisasi banyak didirikan sebagai penyokongnya. Dan secara pasti mereka juga menyelundupkan ke dalam aktivitas keseharian kaum muslimin. Mereka senantiasa mengintai negeri-negeri kaum muslimin untuk memasukkan pemikiran tentang dunia baru [2] sebagai usaha memurtadkan kaum muslimin dari Islam sekaligus sebagai proteksi bagi agama mereka.

Oknum yg menyebarkan dan mempromosikan melalui cukong Nasrani ialah Rojih Jaruudi [3] yg terus mengintai kelengahan kaum muslimin. Dalam rangka menyebarluaskan propaganda tersebut ia memuntuk seminar Ibrahimiyah (seminar para pengikut agama Ibrahim). Kemudian terjadilah apa yg terjadi sebagaimana yg telah kami sebutkan terdahulu.

Tidaklah mengherankan bila Yahudi dan Nasrani sangat antusias sekali menyambut seruan à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œDialog Antar Umat Beragamaà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ [4] dalam sebuah seminar yg bertema : à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“Pertukaran Peradaban dan Kebudayaanà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢, à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“Membangun Peradaban baru Umat Manusiaà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢, à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“Pembangunan Masjid, Gereja dan Maà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢bad di satu tempat, khusus di tempat-tempat umum seperti lingkungan universitas, pelabuhan udara dan sejenisnya.

Diantara makar busuk yg memudahkan laju propaganda ini dalam merusak ajaran Islam ialah dibuka materi kuliah perbandingan agama, khusus antara ketiga agama tersebut. Dari situ ketahuanlah usaha masing-masing pemeluk agama untuk meninggikan agama atas agama lainnya. Akibat mencairlah kebutuhan dan keistimewaan Dienul Islam. Syubhat-syubhat pun semakin subur dan gencar dilontarkan yg kemudian ditampung oleh hati yg lemah. Saya telah memberikan sinyalemen tentang bahaya materi tersebut dalam berbagai tulisan saya. Kemudian saya dpti sebuah perkataan indah yg tercantum pada mukaddimah biografi Al-Utsadz Muhammad Khalifah At-Tunisi, yg dilampirkan dalam buku à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“Protokolar Hukama Zionis hal 78, sebagai berikut :

à ¢Ã¢”š ¬Ã…”œDemikian pula hal dgn materi perbandingan agama. Orang-orang Yahudi terus meneliti perkembangan agama dan memuntuk studi banding tentang agama. Lalu memperbandingkan satu agama dgn yg lain hingga akhir mereka menghilangkan kesakralan agama dan memunculkan sosok para nabi tak ubah para dajjal (tukang dusta) !!!à ¢Ã¢”š ¬Ã‚

Itulah selayg pandang tentang kronologis muncul teori penyatuan agama dan perkembangan dari masa ke masa selama tiga kurun tersebut. Dan juga penjelasan tentang dampak negative yg ditimbulkan oleh konsipirasin menentang Islam dan kaum muslimin. Diakhir penjelasan nanti akan saya perinci misi dan visi propaganda ini terhadap Islam dan kaum Muslimin.

[Disalin dari kitab Al-Ibthalu Linazhariyyatil Khalthi Baina Diinil Islaami Wa Ghairihii Minal Adyan, edisi Indonesisa Propaganda Sesat Penyatuan Agama, Oleh Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid, Terbitan Darul Haq]

Foote Note
[1] à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“Membuka Hubungan Diplomatikà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢ mrpk istilah internasional yg p popular sekarang ini. Yaitu kesepakatan dan hubungan bilateral antara dua negara. Yang bertujuan menormalisasi hubungan kedua negara tersebut seiring dgn perkembangan terakhir kedua negara. Hubungan kedua negara tersebut meliputi beberapa sector, bukan ha sector politik semata. Mencakup juga sektor ekonomi, perdagangan, pengiriman utusan diplomasi, kerja sama dalam bidang informasi dan kebudayaan serta pariwisata. Silakan lihat buku Kalimat Gharibah hal.148
[2] Kalimat à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“Dunia Baruà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢ atau à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“Perdaban Modernà ¢Ã¢”š ¬Ã‚ ialah sebuah istilah yg dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat, Georhe W Bush, setelah berkahir krisis teluk pada tahun 1411. Tidak terlihat ada gambaran yg jelas dari istilah tersebut. Ha saja dari indikasi yg ada berat dugaan yg dimaksud ialah organisasi-organisasi internasional seperti Muktamar Persatuan Agama, Muktamar Perempuan dan Kependudukan, Muktamar Pendidikan Internasional, yg mrpk satu system imperialis barat gaya baru terhadap kebudayaan dan agama bangsa timur, lebih khusus lagi terhadap kaum muslimin. Yang bertujuan menghapus nilai-nilai agama dan moral. Dan menekankan sikap à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“latahà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢ kpd mereka khusus peradaban, agama dan moral mereka. Serta menyebarkan kesesatan dan gaya hidup bebas tanpa batas.
[3] Di dalam media-media informasi disebarluaskan tentang keadaan orang ini, yaitu berita tentang pernyataan Rojih Jaruudi bahwa ia belum meninggalkan agama Nasrani yg dianutnya. Kemudian ia melontarkan beberapa pemikiran baru di dalam Islam, diantara ialah : Pernyataan bahwa shalat yg difardhukan hanyalah tiga waktu bukan lima waktu. Secara terang-terangan ia juga mengajak kpd agama baru racikan dari tiga ideologi, Islam, Nasrani dan Komunisme. Dan masih banyak lagi kekufuran yg lain. Hal itu disebarluaskan dalam majalah Al-Majalah terbitan tahun 1416. Syaikh Al-Azhar, Jaadul Haq, sebelum wafat telah mengeluarkan bantahan terhadapnya. Demikian pula Mufti Besar Kerajaan Saudi Arabia, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (wafat tahun 1420) mengeluarkan bantahan terhadap dalam majalah Al-Baà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢ts Al-Islami edisi VI/Rabià ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢ul Awal 1417 hal.24-31. Orang seperti ini baru ketahuan kedok setelah beberapa tahun. Hal itu memberi pelajaran bagi kaum muslimin agar terlebih dahulu mengecek dan memeriksa sebelum melangkah ke depan. Sebab kaum muslimin kadang membesarkan popularitas dan melambungkan nama kemudian kedok terbongkar seperti yg telah disebutkan. Ha kpd Allah saja kita mengadu dan ha kpdNya sajalah kita memohon pertolongan.
[4] Muktamar yg paling terkini yg diselenggarakan ialah à ¢Ã¢”š ¬Ã‹Å“Muktamar Islam dan Dialog Interaktif Antar Pemeluk Agamaà ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢ di Kairo pada bulan Rabià ¢Ã¢”š ¬Ã¢”ž ¢ul Awal tahun 1417. Di dalam Majalah Al-Ishlah yg diterbitkan di Emirat Arab edisi 351 tanggal 1/4/1417 dicantumkan penegasan tentang hal itu. Dan dicantumkan juga pernyataan yg sangat mengejutkan dari beberapa peserta dari kalangan kaum muslimin!!

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=790&bagian=0

Sumber Dampak Negatif Teori Penyatuan Agama Terhadap Islam Dan Kuam Muslimin : http://alsofwah.or.id